koreksi kLo saLah…..
Tuesday, October 3rd, 2006Fatimah adalah seorang saudara perempuan
seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu
Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang
terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. Suatu hari
pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan
menangkap saudaranya. Namun karena mereka
tidak dapat menemukannya, pasukan AS
menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa
saudaranya menyerahkan diri.
Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini
berhasil diselundupkan keluar dari penjara Abu
Gharib, surat ini menggambarkan penderitaan para
tawanan wanita akibat perbuatan terntara AS.
Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota
Baghdad , mengirimkan gelombang yang akan
terus berlanjut ke seluruh Iraq .
Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan
surat tersebut.
Bismillahirrahmanir rahiim.
*Say He is God the One; God the Source [of
everything]; Not has He fathered, nor has He been
fathered; nor is anything comparable to Him.*
[Qur*an, Surat 112 *al-Ikhlas*]
Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena
mempunyai arti yang mendalam bagi saya, dan
menimbulkan getaran di hati orang-orang yang
beriman.
Saudaraku mujahidin di jalan Allah* Apa yang
dapat kukatakan padamu?
Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi
dengan janin akibat perkosaan yang dilakukan
keturunan kera dan babi itu. Mereka telah menodai
tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-
robek Al-Quran untuk digantungkan ke leher-leher
kami. Allahu Akbar.
Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang
menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi
pada kami? Kami saudaramu, dan Allah akan
meminta tanggungjawabmu tentang kejadian ini
kelak.
Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di
penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu
dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya.
Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami
karena takut kepada Allah. Takutlah pada Allah!
Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan
mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini
agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa
kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan
dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan
urusan kami. Biarkan (jangan serang) tank dan
pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara
Abu Ghurayb.
Saya saudaramu karena Allah. Mereka
memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam
satu hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkan
salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya
ada 13 gadis, semuanya belum menikah.
Semuanya telah diperkosa didepan mata kami
semua.
Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka
mengambil pakaian kami, dan membiarkan kami
telanjang. Saat surat ini saya tulis, seorang
diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa
beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di
dada dan paha setelah memperkosanya, lalu
menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri
dengan memukulkan kepalanya ke tembok
penjara, karena dia sudah tidak sanggup
menerima lagi……….